Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 26

Written by March 10 2020

Rumah Ecobrick "Kedai Kompos Sahabat Bank Ramli" di Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda dan sekolah-sekolah Adiwiyata Kota Samarinda

Written by March 10 2020

Pengumpulan sampah mulai awal Januari 2019 di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda

Written by December 16 2019

Bagaimana rasanya belanja tanpa tanpa kantong plastik? Mungkin hal itu terlihat terlihat aneh bagimu. Belum lagi, jika terlupa membawa wadah dari rumah, maka harus mengeluarkan beberapa rupiah untuk menampung belanjaan kamu.

Sekali dua kali mungkin gak masalah, tetapi lama-lama kok tampaknya semakin merepotkan ya? 

Memang tampak merepotkan sekali, dan yang berpikir demikian bukan hanya kamu. Mengapa sih Perda 01/2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Samarinda harus diberlakukan?

Baiklah, mari lihat faktanya di paragraf selanjutnya..

Kasi Pengurangan Sampah DLH Samarinda, Eka Noor Wahidhah menuturkan, data per Mei 2019, pengurangan sampah di Samarinda berjumlah 435,86 ton per tahun atau 87,017 ton per bulan.

“Target potensi pengurangan sampah ialah 1.330.275 ton per tahun atau 110.856 ton /bulan,” ujarnya, beberapa waktu yang lalu, saat ditemui disela-sela kesibukannya.

Masih ragu? Baiklah, mungkin fakta berikut ini bisa memotivasi kamu untuk diet kantong plastik.

Pada 17 Desember ini, pengurangan sampah plastik di hotel yang beroperasi di Samarinda, akan diberlakukan aturan larangan penggunaan plastik, seperti botol minuman. 

Botol minuman tersebut tidak akan lagi disediakan hotel, bahkan untuk karyawannya. Dan untuk mengantisipasi, maka air minum dalam kemasan akan diganti air minum dalam dispenser.

Kamu bisa bayangin kan, betapa banyak sampah yang akan berkurang di Samarinda?

Setelah melihat fakta diatas, apakah kamu siap dengan challange atau tantangan ini?

Sumber : https://kaltimtoday.co/setelah-tau-fakta-ini-kamu-tak-akan-ragu-lagi-belanja-tanpa-kantong-plastik/

Written by December 16 2019

 Dampak buruk dari limbah plastik sudah banyak dirasakan masyarakat dunia. Para aktivis lingkungan juga berfikir bagaimana cara mengelola sampah plastik yang sepertinya tidak mungkin dihindari.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda berikan salah satu solusi mengatasi masalah ini yaitu ecobrick. 

Ecobrick menjadi ajang pertandingan yang diselenggarakan DLH tahun ini dengan menggiring 10 kecamatan yang ada di Samarinda.

“Tahun Ini DLH ngadain lomba ecobrick yang diikuti seluruh kecamatan se-Samarinda. Acara ini juga sebagai solusi pengurangan sampah plastik. Selain membuat ramah lingkungan, juga bisa dijadikan sebagai usaha untuk menambahkan pendapatan,” tutur Kadis LH yang akrab disapa Yama ini. 

Demi memacu semangat warga di tiap kecamatan, DLH tak tanggung-tanggung memberikan hadiah jutaan rupiah.

Pemenang ecobrick terbagi menjadi 4 katagori, yaitu juara 1 Rp 10 juta, juara 2 Rp 5 juta, juara 3 Rp 3 juta dan harapan 1 mendapat sebesar Rp 1 juta.

“Itu ada 4 katagori pemenangan, tapi yang juara 2,3 dan harapan 1, saya masih belum memastikan segitu atau bukan. Yang jelas bagi kecamatan pemenang juara 1, mendapat 10 juta rupiah,” ungkap Yama. 

Pertandingan yang diikuti oleh 10 kecamatan, telah berakhir di bulan ini sejak terhitung pada bulan awal Januri 2019 lalu.

“Ini berlangsung sudah sejak Januari awal bulan lalu, dan bulan ini sudah masuk penilaian dewan juri, nanti hasilnya dirapatkan, dan diumumkan pada hari Sampah Samarinda. Itu Februari,” tutup Yama.

Written by December 16 2019

Ecobrick jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah bata ramah lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda melakukan inovasi baru untuk membantu menjadikan Samarinda babas sampah plastik dengan memperkenalkan ecobrick kepada masyarakat Samarinda.

Ecobrick dianggap menjadi solusi masalah sampah plastik yang sederhana namun visioner. Selain ramah lingkungan, rupanya ecobrick ini mempunyai kemampuan sama seperti batu bata yamg dijadikan bahan untuk memperkuat bangunan. 

DLH melalui Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Norsamah mengatakan, pihak DLH tahun ini telah melakukan aksi pengurangan sampah plastik dengan cara melakukan pertandingan di setiap kecamatan yang melibatkan pemerintah, camat dan warganya.

“Ecobrick ini kami perkenalkan pada warga Samarinda dengan cara melakukan pertandingan ecobrick yang diikuti oleh seluruh kecamatan di Samarinda. Salah satu cara mudah untuk memperkenalkan ecobrick pada warga,” ujarnya.

Dikatakan Samah, sosialisasi ecobrick telah dilakukan DLH sejak Januari 2019 lalu. Menurut Samah, langkah ini sebagai awal memperkenalkan kepada warga arti ecobrick dan cara melakukan serta membuatnya.

“Kami sudah turun ke masyarakat sejak Januari lalu, demi memberikan pemahaman lebih kepada warga, maka kami coba adakan lomba ecobrick ini,” tutur samah. 

Kepala Dinas LH Nurahmani mengatakan, DLH akan membuat perlombaan ecobrick menjadi program tahunan DLH.

“Ini sangat bermanfaat untuk masyarakat, bisa dijadikan bahan untuk bangunan. Bisa juga untuk kerajinan lainnya. Kalau ini berlaku di setiap kecamatan, sudah barang pasti, Samarinda Bebas Sampah plastik,” tutur Kadis LH.

Sumber :https://kaltimtoday.co/selesaikan-masalah-lingkungan-dlh-samarinda-terus-kampanyekan-ecobrick/

Page 1 of 3

Kontak Kami

Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda

Jl. MT. Haryono, Rawa Indah - Samarinda 75125

Telepon.

Fax.

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan

PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN Pendidikan Lingkungan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R Sosialisasi Pengelolaan Sampah