Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 12

Written by October 11 2019

Begitu banyaknya yang diakibatkan oleh banyaknya sampah. Sehingga Dinas Lingkungan Hidup Samarinda pun turut memberikan sosialisasi pengelolaan sampah bagi anak usia dini atau anak pra sekolah.

Kasi Pengurangan Sampah DLH Samarinda, Eka Noor Wahidhah mengatakan, sosialisasi ini dimaksudkan agar sejak dini mereka dapat mengetahui bagaimana pengelolaan sampah dan tertanam sejak dini di diri mereka pentingnya membuang sampah. 

“Pada sosialisasi itu, kami sampaikan beberapa hal diantaranya tentang mengenalkan pengelolaan sampah, tidak boleh membuang sampah sembarangan, membuang sampah harus pada tempat dan waktu yang ditentukan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, pihaknya pun juga memperkenalkan cara membuat ecobrik. Dimana ecobrik merupakan mendaur ulang sampah plastik khususnya botol minuman plastik menjadi bata yang dapat dimanfaatkan menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Sosialisasi pengelolaan sampah kepada anak PAUD oleh DLH Samarinda

“Kami memperkenalkan cara membuat ecobrik. Agar sampah-sampah plastik seperti bungkus makanan ringan, permen dan lainnya tidak dibuang begitu saja tetapi bisa dijadikan ecobrik. Yang nantinya bisa untuk membuat kursi, meja atau pagar tanaman,” lanjutnya.

Dia pun menyampaikan pula agar membuang sampah pada tempat yang disediakan di TPS terdekat mulai jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Tidak membuang sampah ke sungai karena sesuai Perda Nomor 2 tahun 2011 jika membuang sampah ke sungai akan dikenakan kurungan penjara 3 bulan dan atau denda maksimal 50 juta. Serta tidak boleh membakar sampah.

Sumber :

https://kaltimtoday.co/dlh-samarinda-berikan-pemahaman-kelola-sampah-bagi-anak-usia-dini/

Written by October 11 2019

Setiap wilayah yang sedang melakukan penyusunan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) maka wajib untuk melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Serta di tahun ini Samarinda sedang melakukan revisi RTRW dan menyusun RDTR di tiga kecamatan, diantaranya Samarinda Utara, Palaran dan Samarinda Ulu.

Oleh sebab itu, Dinas Lingkungan Hidup Samarinda menggelar Konsultasi Publik KLHS RDTR Samarinda Utara, Di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, Selasa (1/10/2019).

Kegiatan ini menghadirkan para tim ahli dan pemangku kebijakan khususnya di wilayah Samarinda Utara, bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu pembangunan berkelanjutan di wilayah Samarinda Utara. 

Kepala Seksi Inventarisasi, RPPLH dan KLHS DLH Samarinda Basuni mengatakan, di Samarinda saat ini yang sedang melakukan penyusunan RDTR yakni Samarinda Ulu, Samarinda Utara dan Palaran. Dimana, maksud dan tujuannya itu sama, namun yang membedakan hanya di isu-isu pembangunan berkelanjutannya.

Dia menuturkan, pada kegiatan tersebut pihaknya bersama-sama mengidentifikasi isu-isu pembangunan berkelanjutan di wilayah seluruh Kecamatan Samarinda Utara, dengan melibatkan seluruh stakeholder yang dianggap mewakili dan mengerti tentang isu yang paling menonjol di Samarinda Utara. Sehingga isu-isu pembangunan tersebut dapat bermanfaat dan meluruskan isu-isu apa yang paling strategis dan dapat muncul menjadi isu prioritas.

“Hari ini kami memunculkan semua isu pembangunan berkelanjutan dan mencoba mengidentifikasi berdasarkan kesamaan seperti banjir, dan lain sebagainya. Nanti isu itu akan dikelompokkan, dikaji lagi dan diramu oleh para tim ahli serta disepakati oleh kelompok kerja pengendali lingkungan hidup,” terangnya.

DLH Samarinda berfoto bersama setelah menggelar Konsultasi Publik KLHS RDTR Samarinda Utara, Di Rumah Jabatan Walikota Samarinda Jalan S Parman.

Kemudian, akan disepakati bersama dalam pertemuan berikutnya untuk memastikan mana yang dianggap strategis dan mana yang dari banyaknya isu tersebut akan menjadi isu paling prioritas dengan kriteria-kriteria yang ada sesuai PP No 46 Tahun 2017 Tentang pedoman pelaksanaan KLHS.

Disebutkannya, bahwa di Samarinda Utara sendiri ada beberapa isu yang muncul diantaranya seperti banjir, pengembangan bandara, penyempitan dan pendangkalan Sungai Karang Mumus (SKM), penguasaan lahan, kepastian lahan pertanian, drainase yang hampir semuanya belum memenuhi syarat yang seharusnya, pengembangan wisata dan lain sebagainya.

Basuni membeberkan, setelah didapat isu sesuai skoring atau penilaian selanjutnya akan dianalisis berdasarkan kriteria. 

“Apakah memang akan muncul menjadi isu strategis atau prioritas. Nah itu nanti akan dibahas lebih lanjut berdasarkan kriteria dan informasi dari pokja Pengendali lingkungan dan tim ahli,” jelasnya.

Salah satu contoh dari kriteria tersebut adalah adanya akibat yang luas, pengaruhnya panjang, berdampak sangat luar biasa dan jika tidak dilakukan segera akan berdampak besar. Isu-isu tersebut nantinya akan disilangkan dengan kebijakan rencana program yang ada di rencana detil tata ruang tersebut.

“Contohnya jika ada pemukiman dan di daerah itu sering banjir. Bagaimana caranya pemukiman itu kemudian mengurangi banjir. Nah arahnya kesana nanti,” imbuhnya.

 Sumber :
Written by October 11 2019

Untuk memulai, sebelum program dijalankan di masyarakat, khususnya di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Samarinda menggalakkan setor sampah yang diwajibkan bagi seluruh pegawai tanpa terkecuali untuk menabung sampah di Bank Salim (Sahabat Lingkungan Mahakam), Jalan MT Haryono lingkungan DLH Samarinda setiap bulan minggu terakhir.

Ketua Bank Salim DLH Samarinda, Ams Pirade mengatakan, adanya Bank Sampah ini dimaksudkan untuk memotivasi bank sampah lainnya yang ada di masyarakat agar dapat menjalankan pula di tempat mereka masing-masing.

Dia menyebutkan, bank sampah tersebut pun turut menggandeng setorplastik.com yang membantu untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan. 

“Secara tidak langsung disini kami juga mengajarkan kepada masyarakat bagaimana memilah sampah. Mana yang organik, non organik, sampah plastik, dan lainnya,” sebutnya.

Dia melanjutkan, sampah yang disetor ini tidak semua dapat diterima. Hanya beberapa saja yang diterima, diantaranya botol plastik bersih tanpa label dan tutup, gelas plastik, botol pet bening bersih, botol pet biru bersih, plastik kerasan seperti plastik bahan elektronik, plastik daun atau kantong plastik, botol campur, tutup galon, kemasan pasta gigi, tutup botol, galon, jerigen, kaleng soft drink, kardus, kertas putih atau kertas cacah, kertas campur, koran, piringan telur, dan minyak jelantah.

Dia menuturkan, tujuan adanya bank sampah ini agar masyarakat dapat mengurangi sampah plastik pada khususnya. Karena Indonesia menduduki posisi kedua di dunia dalam penggunaan sampah plastik. 

“Paling tidak membantu untuk mengurangi sampah plastik. Karena untuk menghilangkan ya belum bisa. Selain itu kami juga ingin menyadarkan masyarakat salah satunya mengurangi plastik dan sampah,” imbuhnya.

Pihaknya pun tak henti-hentinya mengajak masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan di TPS terdekat, mulai dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Tidak membuang sampah ke sungai karena sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2011 jika membuang sampah ke sungai, akan dikenakan kurungan penjara selama 3 bulan dan atau denda maksimal 50 juta. Serta Jika melakukan pembakaran sampah atau lahan akan dikenakan kurungan penjara dan atau denda.

Sumber :

https://kaltimtoday.co/pegawai-dlh-samarinda-wajib-setor-sampah-di-bank-salim-tanpa-terkecuali/

 
 
Written by September 17 2019

Kegiatan Bersama Mahasiswa Genbi "Gerakan Baru Indonesia"

Written by September 17 2019

Kegiatan Bersama Mahasiswa Genbi "Gerakan Baru Indonesia"

Page 1 of 2

Kontak Kami

Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda

Jl. MT. Haryono, Rawa Indah - Samarinda 75125

Telepon.

Fax.

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan

PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN Pendidikan Lingkungan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R Sosialisasi Pengelolaan Sampah