Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 19

Written by December 03 2019

 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda verifikasi PT Bukit Baiduri Energi (BBB) terkait izin pembuangan limbah, Senin (02/12/2019).

Kepala kasi pencemaran lingkungan DLH Samarinda Sukisman menuturkan, kegiatan ini sebagai syarat untuk melakukan operasi bagi sektor usaha agar ramah lingkungan.

“Harus pastikan, sampah limbah tersebut aman untuk lingkungan,” ujarnya.

doc. DLH Samarinda

Dia menambahkan, untuk memastikan pembuangan benar-benar aman, maka perlu ada izin dari berbagai pihak, seperti Wali Kota Samarinda dan Gubernur Kaltim.

“Pembuangan limbah juga harus jauh dari pemukiman,” tambahnya.

Untuk diketahui, berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup, jarak minimal dari operasi tambang dengan pemukiman warga adalah 500 meter.

Kisman, begitu panggilan akrabnya– berharap, PT BBE bisa beroperasi dengan aman, dan mengutamakan keselamatan kerja, dan masyarakat.

Sumber : https://kaltimtoday.co/dhl-samarinda-verifikasi-pt-bbe-terkait-izin-pengajuan-pembuangan-limbah/

Written by December 03 2019

 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda terus berinovasi terkait pengeloaan sampah. Salah satunya melalui program setor sampah dengan cara yang unik.

Kasi Penanganan Sampah Zainal Abidin menuturkan, program tersebut disebut ecobrick. Setiap bulan, pegawai wajib mengumpulkan sampah anorganik dengan cara memasukkannya dalam botol mineral bekas. 

“Wajib setoran setiap bulan, dua botol bulan pertama dalam ukuran kecil, bulan berikutnya satu botol tapi ukuran besar,” ujarnya.

 Sumber :
Written by November 11 2019

Asap tebal akibat terbakarnya sampah di TPA Bukit Pinang hingga hari ini, Rabu (06/11/2019) tak kunjung hilang.

Tumpukan sampah yang terbakar tersebut, dijelaskan oleh Kepala Bagian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang Arif Rahmat, asap yang ada bukan hasil dari pembakaran, melainkan terbakar. 

“Perlu kami sampaikan, TPA itu tidak di bakar, melainkan sampahnya terbakar sendiri. Karena di dalam sampah ini ada zat metana, apabila terkena matahari, dia akan terbakar. Ini sudah masuk musim penghujan, jadi sudah agak lumayan lah dari kemarin saat musim kemarau,” terang Arif.

Kebakaran ini menyebabkan kabut asap, yang menyelimuti hingga 10 hektar lahan TPA yang juga berdekatan dengan permukiman warga di wilayah Bukit Pinang, Jalan Suryanata, Samarinda Ulu.

Nampak kabut asap menyelimuti permukiman warga di wilayah Bukit Pinang, Jalan Suryanata, Samarinda Ulu.

Sejak Agustus hingga saat ini, kebakaran tersebut belum kunjung padam. Dijelaskan oleh Arif, pihaknya tak lepas dari upaya pemadaman.

“Yang kami lakukan disini hanya membolak-balik sampah, kecuali muncul api besar, baru kami lakukan penyiraman. Saat ini yang ada hanya asap, yang terbakar itu bagian bawah, jdi keluarnya asap, nah itu saja yang kami bolak balik menggunakan alat berat seperti eksapator,” tandasnya.

Terbakarnya tumpukan sampah diakibatkan besarnya kandungan gas metan yang dihasilkan sampah organik. Dalam keterangannya, saat ini jumlahnya mencapai 60 persen dari total sampah yang ada di TPA Bukit Pinang. Selain dari pada itu, diperparah dengan adanya ban bekas yang sangat mudah terbakar.

Kepala Bagian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang Arif Rahmat

“Memang ada warga yang beranggapan, bahwa TPA ini melakukan pembakaran hingga berakibat ke pencemaran udara atau asap yang mengganggu, tapi kan bisa di kroscek sendiri, tidak ada pembakaran. Hampir 60 persen jumlah sampah yang mengandung zat metan lah sumbernya, ada juga ban bekas,” jelasnya. 

Arif juga menjelaskan, kekurangan dari TPA ini memang terkait pemilahan. Sampah-sampah yang datang ke TPA Bukit Pinang semua tanpa dipilah. Oleh karenanya, Arif menerangkan, kedepan dirinya akan mengajukan konsen sistem pembuangan dengan metode pemilahan sebelum dibuang ke TPA. Menurutnya, hal itu bisa mengurangi dampak kebakaran sampah seperti yang terjadi saat ini.

Pihak DLH telah menyampaikan kepada pengurus TPA Bukit Pinang, agar terus melakukan pengawasan dan selalu menjalankan proses pembolak-balikan tanah dan sampah agar menutup titik api yang ada.

 
Written by October 24 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan terutama untuk mengelola sampah.

Terlihat pada Kamis (17/10/2019), pihaknya melakukan sosialisasi dan pembekalan Kebijakan Startegis Daerah (Jakstrada) Pengelolaan Persampahan Kepada Masyarakat bagi para tokoh agama, di Ruang Pertemuan Kantor MUI, Jalan Juanda.

Kasi Pengurangan Sampah DLH Samarinda, Eka Noor W mengatakan, dalam pengelolaan sampah haruslah mendapat perhatian dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali para tokoh agama tersebut. 

“Saat ini kami mengundang audiensnya dari para ulama, ustadz dan ustadzah khususnya wilayah Samarinda Seberang. Dengan kami memberikan informasi kepada para tokoh agama ini, diharapkan mereka yang memiliki banyak para jamaah di pengajiannya itu dapat menularkan bagaimana pengelolaan sampah dengan benar,” katanya.

Dia menuturkan bahwa, informasi dan himbauan terkait sampah tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum saja tetapi juga bisa masuk di lini agama.

“Karena kami melihat banyak masyarakat juga yang aktif di pengajian-pengajian dan disitulah kami ingin para ustadz dan ustadzah saat menyampaikan tausiahnya, dapat menyinggung dan mengajak jamaahnya untuk berlaku hidup bersih, sehat dan turut juga dalam penghijauan,” tambahnya.

Staf DLH Samarinda berfoto bersama tokoh agama usai sosialisasi dan pembekalan pengelolaan sampah di Ruang Pertemuan Kantor MUI, Jalan Juanda.

Eka pun berkeinginan secara bersama-sama, mengingatkan kepada masyarakat luas dan berbagai pihak, ketika melihat sampah bisa dikumpulkan dan dipilah sebagai upaya dari pengurangan sampah.

Dalam kesempatan ini juga, pihaknya mngimbau para peserta agar dapat membuang sampah sesuai jam ketentuan dan pada tempatnya, tidak membakar sampah, tidak membuang sampah ke sungai, tidak membuang sampah ke sembarang tempat dan lain sebagainya. 

Pada penyuluhan tersebut, pihak DLH pun melakukan aksi pengurangan sampah yakni dengan memperagakan adanya komposter, alat biopori, dan ekobrik.

“Untuk sampah organik, bisa dibuat biopori dan komposter. Sedangkan untuk sampah anorganik nya bersumber dari sampah plastik bisa dibuat ekobrik yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya bisa digunakan untuk membuat kursi, meja, dan peralatan rumah lainnya,” jelasnya.

Diharapkan semua lapisan masyarakat dapat lebih peduli dengan sampah, peduli untuk turut serta dalam melestarikan bumi dengan melakukan upaya dalam hal pengurangan penggunaan sampah.

Written by October 24 2019

Selain pada kebersihan lingkungan sekitar tetapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda pun peduli terhadap kebersihan sungai.

Hal itulah yang melatarbelakangi adanya kegiatan kampanye Oasis SKM (Operasi Yustisi Sampah Sungai Karang Mumus), di pusat perbelanjaan Jalan P Irian, Kamis (17/10/2019).

Dalam kampanye tersebut, pihaknya memberikan informasi terkait larangan membuang sampah di sungai, membuang sampah tidak pada tempat dan waktu yang berlaku, serta membagikan stiker dan PIN bagi pengunjung mall. 

Kasi Penegakan Hukum Lingkungan DLH M Erwin Agus Alimudi mengatakan, kegiatan tersebut untuk menindaklanjuti dari Perda Samarinda Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah.

“Hari ini kami lakukan kampanye tentang pengelolaan sampah. Sebagai informasi kepada masyarakat karena ada beberapa ketentuan seperti larangan membuang sampah yakni dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, larangan membakar sampah, membuang sampah di sungai, taman, drainase, dan tempat lainnya karena semua itu ada ketentuan pidananya jika melanggar,” katanya.

Selain itu juga, pihaknya memberikan himbauan untuk melakukan pengurangan penggunaan plastik yang sesuai dengan peraturan wali kota atau perwali dalam hal pengurangan plastik terkait dengan pengurangan plastik di Samarinda.

“Kami lakukan di mall karena informasi ini adalah untuk seluruh warga Samarinda. Sehingga kami lakukan kampanye di pusat perbelanjaan, dimana lebih banyak dikunjungi atau tempat berkumpulnya warga Samarinda yang memang sedang berbelanja sekaligus kami edukasi,” tuturnya.

KAMPANYE PEDULI SUNGAI. DLH Samarinda bersama siswa dan komunitas mahasiswa peduli lingkungan saat melakukan kampanye Oasis SKM dan peduli sungai dengan membagikan stiker dan pin kepada warga pengunjung mall.

Dalam kampanye ini, DLH turut melibatkan siswa dari sekolah adiwiyata, dan komunitas mahasiswa peduli lingkungan. Diharapkan dari merekalah, akan lahir penggiat lingkungan.

Selanjutnya, Erwin menyampaikan bahwa, pihaknya masih akan terus melanjutkan untuk melakukan kampanye seperti ini, serta akan melakukan yustisi sampah atau lebih dikenal dengan penegakan hukum terkait pelanggaran ketentuan sampah.

“Jadi tidak hanya di sungai, tetapi di semua ketentuan larangan sampah pasti akan kami tindak ke depannya demi masyarakat dan Samarinda tentunya,” imbuhnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan ini merupakan salah satu edukasi dan kampanye untuk mewujudkan Samarinda yang bersih, hijau dan lestari. 

Sementara Kabid Pentaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Syarifuddin mengungkapkan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini patut disosialisasikan ke masyarakat terkait Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah.

“Ini kan kampanye, artinya memberitahu masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Jadi kami memberikan sosialisasi di mall dengan harapan bahwa, semua pengunjung itu bisa lebih paham dan bisa lebih sadar sehingga tidak lagi membuang sampah di sungai,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, walaupun tidak semua tinggal di dekat pinggir Sungai Karang Mumus, tetapi pihaknya mengharapkan, informasi itu bisa sampai ke masyarajat luas agar bisa lebih sadar tidak membuang sampah di sungai, tidak membuang sampah bukan pada tempatnya, tidak membuang sampah tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan lainnya.

Page 1 of 3

Kontak Kami

Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda

Jl. MT. Haryono, Rawa Indah - Samarinda 75125

Telepon.

Fax.

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan

PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN Pendidikan Lingkungan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R Sosialisasi Pengelolaan Sampah