Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan 11

Published in Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Written by December 04 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda kembali menyoroti banyaknya warga yang buang sampah tidak pada tempatnya.

Published in Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Written by December 04 2019

 Dinas Lingkungan Hidup Samarinda di bawah penanganan Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Aldilah Rahmi Zahra SH melakukan kunjungan ke pabrik plywood Sungai Kunjang, Selasa (3/12/2019).

Published in Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Written by November 22 2019

Melanjutkan penangkapan 37 warga yang membuang sampah sembarangan, Dinas Lingkungan Hidup Samarinda menggelar persidangan di Pengadilan Negeri Samarinda pada  Kamis (14/11/2019), pukul 09.00 Wita.

Persidangan dipimpin langsung oleh R Yoes Hartyarso selaku Ketua Hakim. Meskipun pelanggar berjumlah 37 orang, namun hanya 30 yang hadir. Sisanya, 7 pelanggar, tidak menghadiri persidangan. 

Ketua Seksi Penegakkan Hukum Lingkungan, Erwin Agus mengatakan, persidangan ini menjadi tindak lanjut proses yustisi dalam penyusuran warga yang membuang sampah di sungai maupun warga yang membuang sampah di TPA tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kemarin menjadi sidang tipiring yustisi pengelolaan sampah yang dilakukan di pengadilan negeri Samarinda. Persidangan dimulai pada jam sembilan (9) pagi hingga sebelas (11) pagi,” katanya kepada Kaltimtoday.co.

Hasil putusan sidang ialah 37 pelanggar dijatuhi denda sebesar Rp 50 ribu. Meskipun, terdapat 7 pelanggar yang tidak hadir, denda tetap berlaku tanpa terkecuali.

“Pelanggar yang tidak hadir atau verstek akan tetap dikenai denda, namun KTP mereka ditahan langsung oleh jaksa. Sehingga, mereka harus membayar denda dan mengambilnya langsung ke jaksa,” tegas Erwin. 

Erwin berharap dengan adanya yustisi pengelolaan sampah ini memberikan edukasi kepada masyarakat buruknya membuang sampah sembarangan.

“Di sini tidak ingin menakuti masyarakat, DLH memberikan edukasi melalui peraturan dan pengawasan sesuai dengan aturan yang telah berlaku. Dengan edukasi seperti ini, kami harapkan masyarakat sadar akan lingkungan yang bersih,” harapnya.

 
Published in Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Written by October 24 2019

Mewujudkan lingkungan sekolah bersih dan sehat adalah keinginan bersama. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan menjadikan sekolah untuk beradiwiyata.

Hal itulah yang disampaikan Staf Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Samarinda, Milawati saat memberikan materi pada kegiatan Sosialisasi Sekolah Adiwiyata untuk Sekolah Negeri dan Swasta, Menuju Sekolah Adiwiyata dan Berbudaya Lingkungan, gelaran Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Samarinda Utara, di SDN 010 Samarinda Utara, Senin (14/10/2019).

Kegiatan yang melibatkan sekolah tingkat SD se Samarinda Utara yakni SD Integral Lukman Al-Hakim, SD Integral Rahmatullah, SD Multi Talenta, SD IT Tursina, SD Islam Darul Falah, SD Budi Bakti, SD Al Azhar, SDN 021, SDN 022, SDN 009, SDN 006, SDN 001, SDN 010, SDN 012, SDN 002, SDN 020, SDN 004, SDN 016, SDN 018, SDN 013, SDN 024, SDN 005, SDN 019, SDN 014, SDN 007, SDN 023, SDN 011, SDN 008, dan SDN 025. 

Staf Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Samarinda, Milawati mengatakan, dengan beradiwiyata maka sekolah akan lebih tertata dan siap dalam menghadapi tantangan, dapat meningkatkan efisiensi penggunaan dana fasilitas operasional sekolah, meningkatkan partisipasif warga dan kondisi yang nyaman, bersih dan kondusif.

“Adiwiyata juga dapat meningkatkan animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah adiwiyata. Karena di sekolah adiwiyata tidak hanya belajar sesuai yang ada di buku, tetapi juga anak akan mendapatkan pembelajaran dari berbagai sumber. Seperti dari lingkungan pun anak-anak bisa belajar,” katanya.

Staf DLH Samarinda berfoto bersama usai sosialisasi sekolah adiwiyata

Dia pun memaparkan, macam-macam komponen dan model adiwiyata yang juga terintegrasi di komponen pembelajaran di sekolah. Seperti adanya kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

“Semua itu bisa dilakukan dengan mudah, salah satu contohnya yakni bisa membuat sekolah menjadi bersih dan sehat, memanfaatkan ruang terbuka hijau atau penghijauan di lingkungan sekolah, mengelola sampah, memanfaatkan sumber daya secara efisiensi listrik, mengelola sanitasi lingkungan dan memiliki cadangan air tanah, adanya kantin ramah lingkungan dan melakukan pelestarian fungsi lingkungan hidup,” paparnya. 

Namun semua itu, bahwa sesungguhnya adiwiyata tidak melulu harus menyiapkan semua hal. Jika ada salah satu potensi untuk dikembangkan terkait lingkungan itu sangat disarankan terlebih bisa menjadi ikon sekolah tersebut.

“Adiwiyata itu mengajak untuk berkreatif dalam berbagai hal terutama bidang lingkungan. Seperti memanfaatkan lahan dapat dijadikan sebagai taman apotek hidup, budidaya hewan ternak seperti ikan, lebah madu dimana dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada di sekolah atau bisa juga kita bermitra dengan penduduk sekitar untuk edukasi anak-anak dan peningkatan sekolah,” tambahnya.

 
Published in Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Written by September 23 2019

Dalam rangka Bimbingan Teknis sekolah adiwiyata mandiri, nasional, provinsi dan kota serta sekolah-sekolah yang memasuki sekolah berbudaya peduli lingkungan. Kegiatan yang digelar selama tiga hari yakni Kamis-Sabtu (12-14/9) di gedung serbaguna LPMP Kaltim. Merupakan gelaran kerjasama dari Forum Sekolah Adiwiyata Samarinda, LPMP Kaltim, Dinas Pendidikan Samarinda dan Dinas Lingkungan Hidup Samarinda serta DLH Kaltim. Dengan diikuti sebanyak 150 orang guru dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, MTs dan Madrasah Aliyah se Samarinda, serta dari Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Bontang. 

Ketua Forum Sekolah Adiwiyata Samarinda, Heri Gunawan mengatakan, bimtek tersebut membahas tentang penyusunan dokumen 1, KTSP, RPP dan silabus terkait dengan belajar kontekstual, kolaboratif dalam kerangka pendidikan HOTS, literasi dan 4C.

“Disini kami bersama-sama untuk bagaimana mengajarkan anak didik agar berkarakter peduli lingkungan, dari pencegahan kerusakan lingkungan, pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup yang dimulai dari sekolah,” katanya.

Dia menyebutkan, saat ini sudah ada 53 sekolah adiwiyata di Samarinda. Sebagai upaya membantu pemerintah untuk bisa mendapat adipura yakni setidaknya ada 15 persen sekolah yang beradiwiyata.

Dalam bimtek ini pun turut menghadirkan Aulia Wijiasih dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Satgas Adiwiyata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Aulia Wijiasih mengungkapkan adanya sinkronisasi antara sistem penjaminan mutu internal, K13, literasi, HOTS, 4C dan adiwiyata.

Menurutnya, semua program di aidiwiyata hanya satu tujuannya yakni jika kurikulum dan metodologinya sudah bagus, beraneka sumber ajaran dengan mengkaitkan dengan beragam isu yang beredar khususnya di wilayahnya sendiri. Dari hal tersebut akan memunculkan literasi dan para murid juga dapat belajar multi aspek tidak hanya dari buku saja, sehingga dapat menumbuhkan jiwa kritis, kreatif, serta menyuarakan pendapat. 

“Kami hanya ingin men-sinkronkan. Bahwa satu saja tetapi dapat masuk di semua pelajaran di kelas. Disini kami berupaya memberikan pemahaman bahwa satu administrasi bisa dibagi beberapa program,” tuturnya.

Harapannya selain gurunya dapat berpikir holistik, tetapi juga membuat anak senang. Membuat anak belajar tidak hanya terpaku pada buku paket saja tetapi dapat belajar dari banyak hal.

Staf Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Milawati menambahkan, kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman tentang kurikulum yang terintegrasi lingkungan hidup, akreditasi dan juga pastinya program-program pemerintah.

Sumber :

https://kaltimtoday.co/bimtek-pemenuhan-mutu-belajar-kolaboratif-sekolah-adiwiyata/

Published in Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Written by September 23 2019

Dinas Lingkungan Hidup Samarinda semakin giat dalam mengajak semua sekolah untuk melakukan adiwiyata.

Seperti agenda Sosialisasi Adiwiyata Tingkat Samarinda yang dilaksanakan di SDN 013 Palaran, Selasa (17/9/2019). Dengan dihadiri dari SDN 001, SDN 002, SDN 005, SDN 007, SDN 008, SDN 010, SDN 011, SDN 012, SDN 013, SDN 016, SDN 020, SDN 021, dan SDN 023 se Palaran.

Published in Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Written by July 22 2019

Daftar Tersangka Yang Terjaring Razia Yustisi Persampahan Berdasarkan Lokasi Kecamatan & TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara)

Kontak Kami

Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda

Jl. MT. Haryono, Rawa Indah - Samarinda 75125

Telepon.

Fax.

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan

PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN Pendidikan Lingkungan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R Sosialisasi Pengelolaan Sampah