DLH Ajak Tokoh Agama Peduli dan Kelola Sampah

Rate this item
(0 votes)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan terutama untuk mengelola sampah.

Terlihat pada Kamis (17/10/2019), pihaknya melakukan sosialisasi dan pembekalan Kebijakan Startegis Daerah (Jakstrada) Pengelolaan Persampahan Kepada Masyarakat bagi para tokoh agama, di Ruang Pertemuan Kantor MUI, Jalan Juanda.

Kasi Pengurangan Sampah DLH Samarinda, Eka Noor W mengatakan, dalam pengelolaan sampah haruslah mendapat perhatian dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali para tokoh agama tersebut. 

“Saat ini kami mengundang audiensnya dari para ulama, ustadz dan ustadzah khususnya wilayah Samarinda Seberang. Dengan kami memberikan informasi kepada para tokoh agama ini, diharapkan mereka yang memiliki banyak para jamaah di pengajiannya itu dapat menularkan bagaimana pengelolaan sampah dengan benar,” katanya.

Dia menuturkan bahwa, informasi dan himbauan terkait sampah tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum saja tetapi juga bisa masuk di lini agama.

“Karena kami melihat banyak masyarakat juga yang aktif di pengajian-pengajian dan disitulah kami ingin para ustadz dan ustadzah saat menyampaikan tausiahnya, dapat menyinggung dan mengajak jamaahnya untuk berlaku hidup bersih, sehat dan turut juga dalam penghijauan,” tambahnya.

Staf DLH Samarinda berfoto bersama tokoh agama usai sosialisasi dan pembekalan pengelolaan sampah di Ruang Pertemuan Kantor MUI, Jalan Juanda.

Eka pun berkeinginan secara bersama-sama, mengingatkan kepada masyarakat luas dan berbagai pihak, ketika melihat sampah bisa dikumpulkan dan dipilah sebagai upaya dari pengurangan sampah.

Dalam kesempatan ini juga, pihaknya mngimbau para peserta agar dapat membuang sampah sesuai jam ketentuan dan pada tempatnya, tidak membakar sampah, tidak membuang sampah ke sungai, tidak membuang sampah ke sembarang tempat dan lain sebagainya. 

Pada penyuluhan tersebut, pihak DLH pun melakukan aksi pengurangan sampah yakni dengan memperagakan adanya komposter, alat biopori, dan ekobrik.

“Untuk sampah organik, bisa dibuat biopori dan komposter. Sedangkan untuk sampah anorganik nya bersumber dari sampah plastik bisa dibuat ekobrik yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya bisa digunakan untuk membuat kursi, meja, dan peralatan rumah lainnya,” jelasnya.

Diharapkan semua lapisan masyarakat dapat lebih peduli dengan sampah, peduli untuk turut serta dalam melestarikan bumi dengan melakukan upaya dalam hal pengurangan penggunaan sampah.

Read 243 times

Kontak Kami

Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda

Jl. MT. Haryono, Rawa Indah - Samarinda 75125

Telepon.

Fax.

Foto Kegiatan

Foto Kegiatan

PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN Pendidikan Lingkungan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R Sosialisasi Pengelolaan Sampah